
Menteri komunikasi dan IT negara India, Ravi Shankar Prasad mengatakan bahwa pemerintahan mereka memiliki sebuah alat forensic yang mampu mengatasi masalah smartphone termasuk produk Apple. Menurut berita yang dilansir oleh New Indian Express, Prasad pada saat itu tidak mengungkapkan secara detail mengenai bagaimana alat tersebut bekerja.
Di Awal tahun ini, produk iPhone telah begitu populer di Amerika sana berkenaan dengan kasus yang melibatkan perang pendapat yang legal antara Apple dan FBI. Ya, dalam kasus tersebut pemerintah bersikeras menginginkan Apple untuk memberikan mereka akses untuk membuka iPhone 5C yang digunakan oleh salah satu tersangka dari dua teroris yang terlibat dalam kasus Serangan di San Bernardino, California pada bulan Desember yang menewaskan 14 orang. Namun Apple menolak permintaan pemerintah tersebut, meskipun pada waktu itu Apple berhadapan dengan mahkamah Agung AS. Dan kemudian kasus itu berkahir setelah feds membawa sebuah alat yang bisa membuka kode enkripsi iPhone di akhir bulan Maret silam.
Dan pada tahun 2010, BlackBerry bermasalah dengan pemerintah India dan beberapa negara lain, hal tersebut terjadi dikarenakan pihak BB memaksa untuk bisa mendapatkan akses ke layanan encrypted customer data stored on the company’s server. BlackBerry berpendapat bahwa tindakan yang mereka lakukan tidak akan sampai melewati batas-batas privasi jadi para konsumen tidak perlu takut data privasinya terusik dengn tindakan mereka itu.
Kasus-kasus tersebut mungkin merupakan salah satu motivasi pemerintahan India untuk membuat alat yang mampu mengatasi masalah pada smartphone tersebut. karena ketika berhubungan dengan masalah kebijakan privacy and policy, masalah yang sederhana bisa berubah menjadi sangat rumit.